KOTA SERANG - Pemberitahuan dini dengan tanda seru merah yang muncul pada halaman pencarian Google terkait Kota Serang, Kabupaten Serang, dan beberapa daerah lainnya di Provinsi Banten menjadi bentuk sinyal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak banjir akibat luapan sungai.
Curah hujan tinggi dan stabil yang terjadi secara berkelanjutan sejak awal Januari hingga 13 Januari 2026 telah menyebabkan peningkatan debit air sungai yang melebihi kapasitas. Namun, upaya penanganan dan pemberitahuan telah dilakukan secara terkoordinasi oleh berbagai institusi negara, Dinas terkait dan stakeholder.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan Daerah (BPBN-BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama menyebarkan informasi kesiapsiagaan bencana melalui berbagai kanal, termasuk pesan singkat dan tampilan pada halaman Google. Kolaborasi yang digaungkan melalui tagar pantahelix juga menjadi bukti sinergi yang kuat dalam menangani tantangan banjir tahunan ini.
Gubernur Banten Andra Soni terus memberikan instruksi agar pemerintah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota selalu dekat dengan masyarakat. Beberapa kepala daerah telah menunjukkan komitmen yang tinggi dengan langsung meninjau lokasi terdampak, antara lain Wali Kota Serang Budi Rustandi, Wali Kota Cilegon Robinsar, Bupati Kabupaten Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga.
Notifikasi dini ini berperan sebagai alat konstruktif yang membantu masyarakat untuk lebih waspada, menghindari wilayah berisiko seperti aliran sungai, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dan luapan air. Langkah antisipasi dini ini diharapkan menjadi dasar kesadaran bersama bagi seluruh warga Provinsi Banten dalam menjaga keamanan diri dan lingkungan sekitar.
Penulis: Admin.
Categories
More News