CARI TAHU INFORMASI SEPUTAR MASYARAKAT, KUNJUNGI FK-KIM KOTA SERANG

13 Oct 2026 WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG - Pembangunan dan pelayanan infrastruktur di Kota Serang menunjukkan capaian positif dan mendapat respon baik dari masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Kota Serang Tahun 2026 oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), nilai IKLI mencapai 73,08 atau melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 72,84.

 

Kepala Bapperida Kota Serang, W. Hari Pamungkas, menjelaskan nilai tersebut meliputi nilai kualitas sebesar 74,83 dan nilai kepuasan sebesar 71,33.

 

"Hasil ini sekaligus menjadi gambaran terhadap persepsi masyarakat mengenai kualitas sekaligus kepuasan terhadap berbagai layanan infrastruktur yang tersedia," papar Hari.

 

Pengukuran IKLI 2026 dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner dengan pertanyaan terbuka dan tertutup serta didukung observasi lapangan. Sebanyak 600 responden yang tersebar di enam kecamatan dilibatkan, dengan latar belakang usia, pendidikan, pekerjaan, serta durasi tinggal yang berbeda.

 

"Penentuan jumlah sampel mengacu pada jumlah penduduk Kota Serang tahun 2025 sebanyak 745.557 jiwa, dengan derajat kesalahan sebesar 4 persen. Dengan begitu sampel yang diambil dirasa cukup merepresentasikan warga Kota Serang," terangnya.

 

Kajian tersebut mencakup 18 indikator layanan, mulai dari jaringan jalan kota dan lingkungan, drainase, jembatan, persampahan, air bersih, irigasi, Penerangan Jalan Umum (PJU), telekomunikasi dan internet, Ruang Terbuka Hijau (RTH), kelengkapan dan keselamatan jalan, Bank Sampah, IPAL komunal, hingga fasilitas pelayanan kelurahan, kecamatan dan puskesmas.

 

Hasil kajian menunjukkan adanya gap tipis antara kualitas dan kepuasan. Nilai kualitas infrastruktur 74,83 lebih tinggi dibanding kepuasan 71,33.

 

"Temuan tersebut menjadi catatan penting bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik baru. Peningkatan kualitas pelayanan, pemerataan akses, keberfungsian, kenyamanan, pemeliharaan, serta kesesuaian layanan dengan kebutuhan masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian," sambung Hari.

 

Berdasarkan wilayah, Kecamatan Serang mencatat nilai IKLI tertinggi sebesar 73,58, disusul Kasemen 73,39, Cipocok Jaya 73,30, Walantaka 73,00, Taktakan 72,61, dan Curug 72,21.

 

Perbedaan capaian ini menegaskan bahwa kebutuhan infrastruktur setiap kecamatan tidak sama, sehingga pembangunan harus berbasis karakteristik wilayah.

 

"Kecamatan Curug, misalnya, membutuhkan perhatian pada jaringan jalan kota, drainase jalan kota serta kelengkapan dan keselamatan jalan. Sementara di Walantaka, perhatian diarahkan pada sanitasi melalui IPAL komunal atau tangki septik bersama serta penguatan Bank Sampah," ungkap Hari.

 

Di Cipocok Jaya prioritas diarahkan pada jalan, RTH dan sanitasi. Kecamatan Serang yang tertinggi lebih diarahkan pada pemeliharaan dan penyempurnaan layanan. Taktakan membutuhkan peningkatan fasilitas pelayanan dan infrastruktur lingkungan, sedangkan Kasemen memerlukan perhatian pada akses air bersih, keselamatan jalan, dan persampahan.

 

Meski kategori baik, Bapperida mencatat sejumlah isu strategis. Sektor persampahan dan Bank Sampah masih membutuhkan penguatan dari aspek keberfungsian dan pengelolaan sampah dari sumber.

 

"Pada sektor sanitasi, keberadaan IPAL komunal maupun tangki septik bersama masih menunjukkan kesenjangan sehingga peningkatan akses, fungsi, pemeliharaan dan keberlanjutan layanan perlu terus didorong," sambungnya.

 

Aspek kelengkapan dan keselamatan jalan seperti rambu, APILL, dan sarana keselamatan perlintasan juga perlu menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas jalan. Selain itu kenyamanan ruang pelayanan kelurahan dan pemerataan air bersih perpipaan masih menjadi perhatian.

 

Hari menegaskan, hasil IKLI 2026 harus menjadi landasan pembangunan berbasis data agar lebih tepat sasaran.

 

"Capaian yang telah melampaui target RPJMD menjadi pijakan untuk mempertahankan kinerja yang sudah baik sekaligus memperbaiki aspek pelayanan yang masih membutuhkan perhatian," tukasnya.

 

Melalui pembangunan yang terarah dan pemerataan akses secara berkelanjutan, infrastruktur diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Kota Serang.

Penulis: Admin.

Keyword:

Share: