KOTA SERANG – Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027 semester ganjil, gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menggema di berbagai daerah. Ajakan tersebut disuarakan oleh instansi pemerintah, baik vertikal maupun horizontal, melalui berbagai kampanye di media sosial.
Â
Gerakan ini menjadi kelanjutan dari upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak. Sebelumnya, pada akhir Tahun Ajaran 2025/2026, masyarakat juga diingatkan melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), yang mendorong keterlibatan ayah dalam memantau perkembangan pendidikan putra-putrinya.
Â
Kini, momentum hari pertama sekolah dimanfaatkan untuk mengajak para ayah hadir secara langsung mendampingi anak. Kehadiran tersebut dinilai bukan sekadar mengantar ke gerbang sekolah, melainkan menjadi simbol dukungan emosional yang mampu membangun rasa aman, percaya diri, serta semangat belajar sejak hari pertama.
Â
Berbagai instansi pun mengampanyekan pesan yang sama. Melalui unggahan di media sosial, mereka mengajak para ayah meluangkan waktu demi memberikan pengalaman berharga bagi anak.
Â
"Langkah kecil hari ini, semangat besar untuk masa depan."
Â
Pesan itu menggambarkan bahwa tindakan sederhana, seperti mengantar anak ke sekolah, dapat memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter, kedekatan emosional (bonding), hingga keharmonisan keluarga.
Â
Sejumlah manfaat yang diangkat dalam kampanye tersebut antara lain mempererat hubungan ayah dan anak, meningkatkan kepercayaan diri anak saat memasuki lingkungan sekolah, menumbuhkan motivasi belajar, serta memperkuat kolaborasi orang tua dalam mendukung pendidikan.
Â
"Yuk! Ayah luangkan waktu, antar anak di hari pertama sekolah. Hadirmu bekal terbaik untuk masa depannya. Bergerak bersama untuk Anak Indonesia Hebat," demikian bunyi ajakan yang ramai dibagikan melalui akun media sosial berbagai organisasi dan instansi.
Â
Gerakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah. Kehadiran ayah pada momen-momen penting kehidupan anak diyakini mampu meninggalkan kesan mendalam yang berdampak pada tumbuh kembang serta pembentukan karakter mereka di masa depan.
Â
Lebih dari sekadar kampanye seremonial, gerakan ini diharapkan menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Sebab, pendidikan karakter dimulai dari rumah, dan langkah sederhana seorang ayah yang menggandeng tangan anak menuju sekolah dapat menjadi awal lahirnya generasi Indonesia yang lebih percaya diri, tangguh, dan berprestasi.
Penulis : Admin.
Keyword:
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG