16 February 2026
WIB
KIM Kota Serang

KOTA SERANG, –Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang sukses menyelenggarakan Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, dan Agama di kawasan Royal Baroe. Kegiatan yang menjadi yang pertama di Indonesia ini diselenggarakan untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 H sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek 2577/2026, dengan mengusung tema "Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Agama Melalui Budaya".

 

Acara dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat penting, antara lain Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kota Serang Ahmad Nuri, Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi, Forkompinda Kota Serang, serta perwakilan dari agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Khonghucu.

 

Dari lapangan terlihat antusiasme tinggi masyarakat yang mengikuti atau menyaksikan pawai budaya dari berbagai komunitas agama, membuat suasana acara semakin meriah.

 

Dalam sambutannya, KH Matin Syarkowi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan identitas Kota Serang sebagai daerah yang majemuk namun tetap harmonis. Ia mengingatkan bahwa sejarah Kesultanan Banten telah membuktikan keterbukaan masyarakat terhadap perbedaan sejak masa lampau.

 

"Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten sudah hidup harmoni, saling memahami, dan saling mendukung. Bukti nyatanya adalah kejayaan Pelabuhan Internasional Karangantu yang menunjukkan betapa terbukanya masyarakat Banten," ujar KH Matin, bertempat di Royal Baroe, Minggu (15/2).

 

Ia menekankan bahwa keberagaman di Kota Serang bukan hanya fakta sosial semata, melainkan menjadi modal dasar bagi pembangunan daerah. 

 

"Keberagaman ini adalah potensi untuk kita menuju Indonesia yang lebih maju. Berbeda itu indah, dan perbedaan justru menjadi daya untuk kita bersatu," tambahnya.

 

Para tokoh agama memberikan apresiasi tinggi terhadap dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Serang. Menurut KH Matin, dukungan tersebut tidak bersifat seremonial semata, tetapi telah masuk ke dalam kebijakan strategis.

 

"Pemerintah Kota Serang sangat konsen terhadap toleransi. Salah satu buktinya adalah adanya politik anggaran yang dirancang untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama," jelasnya.

 

Sementara itu, Pendeta Erwin Marbun, perwakilan Umat Kristen HKBP Resort Serang, menyampaikan hal senada. "Sejauh ini pemerintah Kota Serang maupun Provinsi Banten tidak pernah lepas pandang dari umat beragama. Kehadiran mereka sangat kekeluargaan – ini adalah cita rasa Banten yang luar biasa," ungkapnya.

 

Acara ini juga menjadi momentum untuk menjaga kondusivitas wilayah menjelang bulan suci Ramadan. Bhikkhu Damakaro, perwakilan Umat Buddha, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kedamaian.

 

"Mari kita senantiasa jaga persatuan. Di saat umat muslim memasuki bulan Ramadan, mari kita jaga keseharian agar tetap kondusif dan penuh kedamaian," tuturnya.

 

Sementara itu, Eko Sudono, perwakilan Umat Hindu, menilai kegiatan ini efektif memperkuat tekad kebangsaan. "Serang adalah daerah multietnis dan multiagama. Acara ini mampu memunculkan sisi pribadi kita untuk menguatkan kerukunan nusantara, khususnya di Kota Serang," pungkasnya.

 

Pemerintah Kota Serang berharap kegiatan positif ini dapat dijadikan agenda tahunan. Selain itu, diharapkan juga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola keberagaman secara harmonis dan produktif.

 

Sumber: Serangkota.co.id

 

 

Share: