KOTA SERANG - Usai resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Ahmad Nuri menegaskan jabatan adalah amanah yang harus digerakkan untuk kemaslahatan masyarakat.
Ia mengungkapkan akan membawa skema baru yang lebih menyentuh akar rumput, terutama pemberdayaan pemuda kampung yang selama ini belum tersentuh program negara.
"Dinas Pemuda Pariwisata dan Olahraga ya saya meyakini bahwa ini adalah sebuah amanah yang harus kita gerakkan. Saya memiliki skema baru bahwa bidang pemuda nih ada yang namanya pemuda kampung yang dipilih oleh pemuda-pemuda kampung yang ini belum pernah disentuh oleh negara," ujar Ahmad Nuri usai pelantikan di Puspemkot Serang, Senin (12/10).
Nuri menjelaskan, Kota Serang memiliki sekitar 1.000 kampung yang masing-masing memiliki ketua pemuda pilihan masyarakat. Potensi besar ini akan dikonsolidasikan dan dikoneksikan dengan berbagai leading sektor.
"Besok Dinas Pemuda harus mendorong ke arah sana, menyentuh ketua pemuda yang ada di kampung untuk diberdayakan. Karena kata Bung Karno, 'Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia'," tegasnya.
Menurutnya, pemuda kampung akan digerakkan secara konkret di berbagai bidang, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi mandiri, hingga pendidikan.
"Mereka tidak pernah disentuh loh pemuda-pemuda kampung misalkan di Sepang, Susukan, di Kampung Kranggen, di mana itu ada kan ketua pemudanya yang tidak pernah disentuh yang selama ini terjebak oleh formal saja," katanya.
Di bidang olahraga, Nuri akan menjadikan Disporapar sebagai stimulan untuk melahirkan atlet berprestasi, bukan sekadar gerakan mekanik.
"Di bidang olahraga ini kan kita juga harus memunculkan beberapa olahraga agar lebih berprestasi. Kita akan menjadikan stimulan, jadi bukan hanya soal memberikan satu kegerakan mekanik tapi juga memberikan satu bentuk prestasi," jelasnya.
Sementara untuk pariwisata, ia menilai Kota Serang memiliki keunggulan besar pada wisata religi yang harus terkoneksi dengan wisata sejarah.
"Pariwisata ini harusnya menjadi sebuah unggulan di Kota Serang. Pertama wisata religi ya, wisata religi itu harus terkoneksi dengan situs sejarah," ujarnya.
Nuri menyoroti ribuan peziarah yang datang ke Banten untuk ziarah ke makam-makam ulama, namun belum mengenal situs sejarah seperti Keraton Kaibon dan reruntuhan kerajaan Banten Lama yang sarat nilai sejarah.
"Orang di Banten ini ada ribuan orang yang datang hanya untuk ngalap berkah karomah, tapi dia tidak pernah belajar sejarah panjang. Ketika mereka dari Jawa, dari Sumatera berziarah ke makam Kanjeng, mereka juga harus tahu bahwa ada spirit yang telah muncul dari sejarah itu," katanya.
Ia mencontohkan konsep pariwisata terintegrasi seperti di Yogyakarta dan Jawa Timur, di mana peziarah setelah berziarah juga diajak menikmati destinasi wisata lain.
"Itu nanti kita akan kemas sedemikian rupa agar bagus di posisinya. Ini konsep dasar yang kita akan munculkan. Kita akan ramaikan semua," pungkasnya.
Dengan tagline baru dan tiga program prioritas tersebut, Nuri berharap Disporapar Kota Serang dapat lebih maslahat dan memberikan manfaat nyata sebagai abdi negara dan abdi rakyat.
Penulis: Admin.
Keyword:
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG