KOTA SERANG - Upaya meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali dilakukan pemerintah daerah di Provinsi Banten. Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. A. Hasanuddin, beserta jajaran turun langsung membagikan masker gratis kepada masyarakat pengguna jalan.
Â
Pembagian masker menyasar warga yang melintas, baik pengendara roda dua maupun roda empat, di persimpangan dan/atau lampu merah Ciceri Kota Serang.
Â
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
Â
Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan Wali Kota Cilegon Robinsar bersama istrinya, Alfi Rizki Agnia, dengan membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di sejumlah titik di Kota Cilegon.
Â
Usai kegiatan pembagian masker, Wali Kota Serang Budi Rustandi menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau berpotensi menyebabkan material vulkanik terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah.
Â
Kondisi tersebut, kata Budi, perlu diantisipasi bersama, terutama karena paparan abu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan.
Â
"Kita melangsungkan pemberian masker gratis untuk warga masyarakat yang ada di jalan. Kita ketahui bahwa di sejumlah apotek terjadi kelangkaan masker sehingga masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkannya," ujar Budi.
Â
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya melakukan langkah antisipasi melalui imbauan, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi langsung yang dapat dirasakan masyarakat.
Â
Pembagian masker di ruang publik tersebut sekaligus menjadi pesan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan perlindungan diri ketika kualitas udara menurun atau ketika terdapat paparan abu vulkanik.
Â
Perubahan status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disebut dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin disiplin mengikuti informasi resmi dan rekomendasi dari instansi berwenang.
Â
"Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan. Penggunaan masker menjadi salah satu tindakan sederhana yang dapat dilakukan, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan," himbaunya
Â
Selain menggunakan masker, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama apabila muncul keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, mata terasa perih, atau gangguan pernapasan setelah terpapar debu atau abu vulkanik.
Â
Perlu disampaikan Pemerintah daerah bersama jajaran kesehatan diharapkan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat, termasuk memastikan ketersediaan alat pelindung diri serta akses layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Â
Langkah kolaboratif antarpemerintah daerah di Banten ini menunjukkan bahwa peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat di sekitar kawasan gunung api, tetapi membutuhkan kesiapsiagaan bersama.
Â
Pesannya sederhana: tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Lindungi saluran pernapasan, pantau informasi resmi, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan.
Penulis: Admin.
Keyword:
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG