KOTA SERANG – Sejumlah coretan masih terlihat di beberapa titik fasilitas Stadion Maulana Yusuf (SMY) Kota Serang. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) yang mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban ruang publik.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, mengatakan imbauan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan vandalisme maupun tindakan yang dapat merusak fasilitas umum.
“Ini kan ruang terbuka publik. Jadi minimal masyarakat juga harus sadar menjaga kebersihan,” ujar Zeka saat ditemui di kawasan Stadion Maulana Yusuf.
Menurutnya, sejumlah tulisan dan coretan masih ditemukan di berbagai titik, termasuk pada bagian dinding dan pintu masuk stadion. Padahal, Stadion Maulana Yusuf merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk beragam aktivitas, terutama kegiatan olahraga.
Zeka menilai keberadaan coretan tersebut tidak hanya mengurangi estetika kawasan, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas stadion.
“Jangan dicoret-coretlah. Ini ruang publik, banyak pengguna,” katanya.
Ia menjelaskan, pengawasan terhadap kawasan Stadion Maulana Yusuf sebenarnya terus dilakukan. Disparpora bahkan menyiagakan satuan tugas (Satgas) yang bertugas melakukan pengawasan selama 24 jam.
“Bukan tidak ada pengawasan. Kita pengawasan 24 jam di sana, ada Satgasnya,” jelasnya.
Namun, Zeka mengakui pengawasan petugas tidak selalu dapat mencegah seluruh tindakan vandalisme yang terjadi di lapangan. Ada sejumlah momen ketika tindakan tersebut luput dari pantauan petugas.
“Cuman kadang-kadang ada saja momen-momen kelepasan dan lain-lain,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat. Menurutnya, menjaga fasilitas publik tidak cukup hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama dari seluruh pengguna.
“Saya minta sekali lagi kepada masyarakat, yuk sama-sama menghargai ruang publik,” kata Zeka.
Ia berharap masyarakat dapat menjadikan Stadion Maulana Yusuf sebagai ruang bersama yang nyaman dan layak digunakan berbagai kalangan.
“Setidaknya jangan dicoret-coret. Itu ruang publik. Jaga kebersihan, jaga keamanan, ketertiban,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkot Serang menyatakan pembenahan kawasan Stadion Maulana Yusuf akan dilakukan secara bertahap. Upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperbaiki kondisi fasilitas yang ada, tetapi juga menjadikan kawasan stadion lebih modern dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Insyaallah bertahap-tahap stadion akan kita kembali. Pak Wali juga sudah berkomitmen akan membangun stadion itu menjadi daerah yang modern,” ungkap Zeka.
Ia mengatakan kondisi Stadion Maulana Yusuf saat ini juga tidak terlepas dari faktor usia. Stadion tersebut telah berdiri sejak 1972 sehingga membutuhkan pembenahan dan pengembangan agar tetap dapat menunjang aktivitas masyarakat.
“Stadion itu dibangun tahun 1972, sangat tua sekali,” jelasnya.
Selain rencana revitalisasi stadion, Pemkot Serang juga menyiapkan pembangunan gedung olahraga (GOR) baru dan sejumlah fasilitas olahraga lainnya. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sarana olahraga yang layak dan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Maka nanti dalam pemerintahan Pak Wali ini akan ada pembangunan GOR baru dan juga fasilitas untuk orang-orang cacat dan juga olahraga-olahraga,” katanya.
Sembari menunggu realisasi berbagai rencana pembenahan tersebut, Zeka mengajak masyarakat untuk tetap menjaga fasilitas Stadion Maulana Yusuf yang saat ini tersedia.
Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting agar fasilitas yang dibangun pemerintah dapat bertahan dalam jangka panjang dan terus memberikan manfaat bagi publik.
“Saya minta sementara ini dijaga kebersamaannya, dijaga juga kebersihannya untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya.
Penulis: Admin.
Keyword:
Share:
Tag
Categories
More News
PEMERINTAH KOTA SERANG