CARI TAHU INFORMASI SEPUTAR MASYARAKAT, KUNJUNGI FK-KIM KOTA SERANG

24 Oct 2026 WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam menggerakkan roda perekonomian kerakyatan. Jumat (23/10/2026), Wali Kota Serang Budi Rustandi secara resmi menyalurkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM yang ada di Kota Serang.

 

Bertempat di Lobby Sekretariat Daerah Kota Serang, penyaluran bantuan yang difasilitasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang ini berlangsung penuh haru dan antusias.

 

Turut hadir mendampingi Wali Kota, ASDA I Subagyo, ASDA III Iwan Sunardi, Kepala Dinkopukmperindag Nofriady Eka Putra, Kabag Kesra Setda Kota Serang, serta Kepala Biro Kesra Provinsi Banten, Tb. Rubal yang hadir mewakili Gubernur Banten Andra Soni.

 

Bantuan modal senilai Rp1 juta per pelaku usaha ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Banten dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten melalui UPZ, dan menjadi bagian dari implementasi program unggulan Pemkot Serang, Serang Preneur.

 

Sasaran bantuan adalah pedagang kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, mulai daripada penjual keripik, kue pancong, tempe, hingga gorengan.

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Gubernur Banten Andra Soni.

 

"Bantuan ini merupakan wujud perhatian dari Bapak Gubernur Banten untuk pelaku UMKM skala mikro dan menengah ke bawah," kata Budi.

 

"Harapannya, manfaat dari stimulus modal ini dapat langsung dirasakan oleh warga Kota Serang, khususnya di wilayah Curug, guna mengembangkan usahanya secara mandiri," ujarnya.

 

Lebih dari sekadar bantuan, program ini adalah instrumen perlindungan. Pemkot ingin warga mandiri tanpa harus terjerat pinjaman tidak resmi atau lintah darat.

 

"Fokus utama kami adalah membantu pelaku usaha kecil agar mereka bisa berdaya dan mandiri tanpa harus terjerat pinjaman tidak resmi atau lintah darat," tegas Budi.

 

"Kami akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk memastikan pemenuhan dan kesuksesan program ini ke depannya," lanjutnya.

 

Pemkot menargetkan program Serang Preneur berjalan berkesinambungan dan menjangkau seluruh kecamatan secara bertahap, untuk menumbuhkan iklim usaha yang sehat, tangguh, dan inklusif.

 

Di antara penerima, ada kisah Rukmini (39), pelaku UMKM keripik singkong, pisang, dan usus goreng asal Cipatujah Masjid, Sukalaksana, Curug. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya.

 

Rukmini mengaku omset hariannya hanya Rp200-300 ribu, itu pun sudah termasuk modal dan untung. Selama ini, ia harus mengambil bahan baku secara berutang dulu ke warung.

 

"Kita ngambil dulu ke warung minyaknya, singkongnya juga. Nanti kalau udah ada hasil baru kita bayar," ucapnya lirih.

 

Bantuan Rp1 juta ini baginya sangat berarti di tengah sulitnya akses modal.

 

"Itu juga secara total keseluruhan, modal dan untung. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini bisa memberikan modal tambahan untuk meningkatkan dagangannya. Membantu sekali, soalnya sekarang serba susah," ucapnya sambil meneteskan air mata.

 

"Terima kasih banyak, Pak ya. Ini mempermudah saya untuk bisa berproduksi lagi," pungkas Rukmini.

 

Kisah Rukmini menjadi potret nyata bahwa Rp1 juta bukan sekadar angka, melainkan harapan untuk tetap bertahan, berproduksi, dan mengangkat kesejahteraan keluarga.

Penulis: Admin.

Keyword:

Share: