CARI TAHU INFORMASI SEPUTAR MASYARAKAT, KUNJUNGI FK-KIM KOTA SERANG

22 Oct 2026 WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Kamis (22/10).

 

Momentum ini dimanfaatkan Wali Kota Serang, Budi Rustandi untuk menekankan makna baru santri di era modern: menjaga akhlak dan adab, sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

"Tentu hari ini memaknai santri adalah kembali lagi kepada akhlak yang mulia, adab tentunya ini sangat dibutuhkan oleh bangsa kita," ujar Budi Rustandi dalam amanatnya.

 

Menurut Budi, jika perjuangan santri pada masa kemerdekaan adalah mengangkat senjata melawan penjajah, maka perjuangan santri hari ini jauh berbeda. Tantangan saat ini adalah perang melawan ketertinggalan, dan disrupsi digital.

 

"Dulu berjuang melawan penjajah, dan hari ini perjuangan ini harus dengan menambah ilmu pengetahuan, teknologi, dan lain-lain mengikuti zaman sekarang," katanya.

 

Semangat jihad para santri terdahulu, lanjut Budi, harus menjadi motivasi bagi generasi sekarang untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak gagap teknologi.

 

Selain akademik, karakter tetap menjadi fondasi utama. Di tengah derasnya arus informasi, akhlak mulia adalah benteng yang harus dijaga.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memberikan definisi santri yang lebih inklusif dan membumi.

 

"Anak santri itu enggak harus orang yang bersarung, yang berpeci, tapi orang yang mengaji itu yang menurut saya adalah santri," ungkapnya.

 

Bagi Budi, siapa pun yang mau belajar agama, mendalami dan membaca Al-Qur'an, adalah santri. Oleh karena itu, kemampuan membaca Al-Qur'an harus menjadi milik seluruh lapisan masyarakat.

 

Untuk mewujudkan itu, Pemkot Serang menghadirkan program Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji yang dimotori para kyai.

 

"Melalui program tersebut, budaya mengaji semakin berkembang di tengah masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

 

Ia berharap Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi seremonial, tetapi momentum meningkatkan kualitas diri secara utuh: kuat secara agama, mulia akhlaknya, dan unggul dalam penguasaan teknologi demi menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: Admin.

Keyword:

Share: