27 Mar 2026
WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG,— Upaya penanganan sampah di Kota Serang kian menunjukkan arah yang lebih progresif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih) yang digelar di Pasar Induk Rau (PIR), Pemerintah Kota Serang bersama Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah, dimulai dari sumbernya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti bahwa solusi utama persoalan sampah bukan hanya terletak pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. Budaya memilah sampah adalah kunci utama yang harus segera dibangun,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan serius, di mana banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas pada tahun 2028. Rata-rata usia TPA yang telah mencapai 17 tahun menjadi salah satu faktor utama kondisi tersebut.

Sebagai langkah strategis, kata dia pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi atau Waste to Energy di Provinsi Banten. Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi krisis sampah secara nasional.

Menurut Hanif, wilayah Banten akan dibagi dalam dua klaster besar pengembangan:

Klaster Serang, Kabupaten Serang, dan Cilegon (Seragon) dan Klaster Tangerang Raya.

Proyek ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp1 triliun. Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi bukan solusi tunggal.

“Kapabilitas Waste to Energy sekitar 1.000 ton per hari, sementara produksi sampah di Serang mencapai 1.500 ton. Artinya, pengurangan dari sumber tetap wajib dilakukan,” jelasnya.

Selain itu, pemilahan sampah dinilai mampu meningkatkan nilai kalor, sehingga proses konversi energi menjadi lebih efisien dan ekonomis.

Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyambut positif kunjungan tersebut dan menjadikannya momentum untuk memperkuat langkah konkret di tingkat daerah.

“Kami sangat mengapresiasi arahan dari Pak Menteri. Ini menjadi pengingat bahwa perubahan harus dimulai dari sekarang, terutama dalam membangun budaya pilah sampah di masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Serang juga menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung proyek strategis nasional tersebut, termasuk menyiapkan lahan di Cilowong sebagai lokasi pembangunan fasilitas Waste to Energy.

"Ke depan, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyusun langkah teknis, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih aktif dalam pengelolaan sampah," ucapnya

Budi juga mengatakan Rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah pusat dan daerah menjadi langkah awal penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir.

"Dengan kombinasi antara perubahan perilaku masyarakat dan dukungan teknologi modern, Kota Serang diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengelola sampah secara berkelanjutan," pungkasnya (HS/RED)

Keyword:

kota serang,pemkot serang

Share: