CARI TAHU INFORMASI SEPUTAR MASYARAKAT, KUNJUNGI FK-KIM KOTA SERANG

15 Sep 2026 WIB
Berita Pemerintah

KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat menangani warga yang menjadi korban keributan antarkelompok penonton saat laga final turnamen sepak bola tingkat Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug.

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung menjenguk korban yang sempat mendapat penanganan di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP), Senin (14/9). Budi memastikan pemerintah daerah akan menanggung biaya pengobatan korban yang diketahui berasal dari keluarga kurang mampu.

 

Korban mengalami luka serius setelah terjadi perselisihan antarpenonton dalam pertandingan final yang digelar di Lapangan Rajawela, Kampung Pasirhuni. Kondisi tersebut membuat korban harus segera mendapatkan penanganan medis.

 

Setelah melihat kondisi korban, Budi kemudian mengambil langkah untuk memastikan pasien memperoleh fasilitas pengobatan yang lebih memadai. Mengingat peralatan untuk tindakan operasi di RSDP terbatas, pasien selanjutnya dirujuk ke RS Hermina.

 

“Pemerintah akan membantu penuh. Pasien ditangani di Rumah Sakit (RS) Hermina karena alat di sini tidak memadai. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan pihak RS Hermina agar segera ditangani,” kata Budi.

 

Budi juga menginstruksikan dinas terkait untuk mengawal proses administrasi rujukan hingga pasien mendapatkan penanganan di RS Hermina. Pemkot Serang tidak hanya memastikan kebutuhan medis korban, tetapi juga memberikan bantuan uang tunai untuk meringankan beban keluarga selama mendampingi pasien.

 

Di tengah penanganan medis terhadap korban, Budi meminta persoalan yang memicu keributan tersebut tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

 

Ia mengajak pihak-pihak yang terlibat menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. Menurutnya, pertandingan sepak bola di tingkat masyarakat seharusnya menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, bukan justru memunculkan perselisihan.

 

Budi berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bersama agar kegiatan olahraga di lingkungan masyarakat ke depan dapat berlangsung lebih aman dan tertib.

 

“Olahraga itu bertujuan mencari kebersamaan dan silaturahmi, bukan sekadar mengejar kemenangan,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan para penonton agar mampu mengendalikan fanatisme ketika memberikan dukungan kepada tim masing-masing.

 

“Jangan sampai karena memaksakan dukungannya harus menang, timbul miskomunikasi yang akhirnya memicu keributan antarpenonton,” tuturnya.

 

Budi menegaskan bahwa kompetisi olahraga di tingkat kelurahan hingga RT memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menentukan pemenang. Selain menjadi ajang mencari bibit atlet potensial, turnamen juga diharapkan menjadi sarana memperkuat kebersamaan antarwarga.

 

Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran. Panitia, pemain, penonton, dan masyarakat sekitar diharapkan bersama-sama menjaga sportivitas sehingga pertandingan dapat menjadi ruang interaksi yang sehat.

 

"Pemkot Serang sendiri memastikan penanganan terhadap korban menjadi prioritas. Di saat yang sama, pemerintah mendorong penyelesaian persoalan secara damai agar hubungan antarwarga tetap terjaga," Pungkasnya.

 

Penulis: Admin.

Keyword:

Share: