CARI TAHU INFORMASI SEPUTAR MASYARAKAT, KUNJUNGI FK-KIM KOTA SERANG

16 Sep 2026 WIB
Berita Pemerintah

SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat langkah antisipasi banjir menjelang datangnya musim penghujan. Salah satunya melalui normalisasi Sungai Parung yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian (C3).

 

Kegiatan tersebut ditinjau langsung Wali Kota Serang Budi Rustandi di Sungai Parung, Jalan Kampung Baru, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Selasa (15/9/2026).

 

Budi mengatakan, normalisasi sungai merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah untuk mengurangi potensi banjir saat intensitas hujan mulai meningkat. Penanganan dilakukan dengan mengeruk berbagai material yang selama ini menghambat aliran sungai.

 

“Ini bagian daripada langkah preventif dan pencegahan sebelum musim penghujan di Kota Serang. Hari ini saya melihat pekerjaan yang menjadi permasalahan bersama terkait penanganan banjir,” ujar Budi.

 

Menurutnya, normalisasi Sungai Parung dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer. Pengerukan mencakup sedimentasi berupa lumpur, batu, rumput ilalang, serta material lain yang berpotensi mempersempit badan dan menghambat aliran sungai.

 

Penanganan tersebut, kata Budi dinilai penting karena keberadaan Sungai Parung berkaitan langsung dengan sejumlah kawasan permukiman, lahan pertanian, serta aktivitas masyarakat di sekitarnya.

 

“Ini penanganan untuk satu kilometer di Kali Parung. Karena ini berdampak ke perumahan-perumahan, termasuk ruang warga dan persawahan atau pertanian yang ada di sini,” katanya.

 

Budi berharap normalisasi yang dilakukan secara kolaboratif antara Pemkot Serang dan BBWS C3 dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko genangan dan banjir ketika musim penghujan tiba.

 

“Harapannya, penanganan ini bisa berdampak secepat mungkin kepada masyarakat agar tidak kebanjiran lagi,” ujarnya.

 

Selain normalisasi Sungai Parung, Pemkot Serang juga masih memiliki pekerjaan lanjutan dalam upaya memperkuat sistem pengendalian banjir. Salah satunya pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di kawasan Perumahan Grand Sutra yang sebelumnya terdampak banjir cukup parah.

 

Budi mengungkapkan, usulan pembangunan TPT tersebut telah disampaikan kepada pihak BBWS C3 melalui perwakilan terkait agar dapat diteruskan kepada pemerintah pusat.

 

“Tadi saya sudah usulkan ke C3 Banten lewat Bu Agnes untuk segera mengusulkan kepada pusat pembangunan TPT di Perumahan Grand Sutra yang kemarin banjir parah,” ungkapnya.

 

Menurut Budi, keberadaan TPT dibutuhkan untuk membantu menahan limpasan air sekaligus memperkuat perlindungan kawasan permukiman yang berada cukup dekat dengan aliran Sungai Ciwaka.

 

“Ini untuk menahan air. Tembok penahan air di perumahan itu terlalu dekat dengan kali atau sungai, namanya Sungai Ciwaka,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, penanganan banjir membutuhkan sinergi lintas sektor dan tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi. Karena itu, pemerintah mendorong berbagai upaya mitigasi, mulai dari normalisasi sungai hingga penguatan infrastruktur pengendali air, agar risiko banjir di wilayah Kota Serang dapat ditekan.

 

Perlu disampaikan Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Pemkot Serang menghadapi musim penghujan dengan mengedepankan pencegahan dan penanganan pada titik-titik yang dinilai rawan terdampak banjir.

Penulis: Admin.

Keyword:

Share: