CARI TAHU INFORMASI SEPUTAR MASYARAKAT, KUNJUNGI FK-KIM KOTA SERANG

16 Sep 2026 WIB
Berita Pemerintah

SERANG – Upaya mengantisipasi genangan dan banjir di Kota Serang terus dilakukan. Pemerintah Kota Serang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) mulai melakukan normalisasi Kali Parung di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Selasa (15/9/2026).

 

Normalisasi aliran sungai yang menjadi salah satu titik perhatian penanganan banjir tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 hari kerja. Pengerjaan difokuskan pada pengerukan sedimentasi dan pembersihan aliran untuk mengembalikan fungsi sungai secara optimal.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan percepatan normalisasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran Kali Parung, terutama menjelang musim penghujan.

 

"Pengerjaannya tidak lama, diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 10 hari kerja. Mudah-mudahan ini bisa meminimalisir terjadinya persoalan genangan atau banjir ketika memasuki musim penghujan nanti," ujar Iwan.

 

Menurut dia, penanganan Kali Parung merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Serang dalam membenahi sistem drainase dan sungai utama di wilayah perkotaan.

 

Iwan menyebut terdapat sekitar lima hingga enam sungai di Kota Serang yang berada dalam kewenangan pemerintah pusat. Penanganannya kini dilakukan secara bertahap melalui program normalisasi dan pemeliharaan sepanjang 2026.

 

Beberapa sungai yang menjadi perhatian antara lain Sungai Cibanten, Kali Parung, Sungai Ciwaka, Kali Pade, Sungai Sultan, serta kawasan Sukadana dan Bendung Karet.

 

"Mayoritas proyek penanganan sungai ini sudah berjalan, meski penanganannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran di tingkat daerah maupun pusat," katanya.

 

Iwan menilai dukungan pemerintah pusat melalui BBWSC3 menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pengendalian banjir di Kota Serang. Ia berharap penanganan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

"Hampir semua sungai kewenangan pusat sudah dikerjakan, cuma memang belum tuntas 100 persen karena dilakukan bertahap. Kami dari Pemkot Serang mengucapkan terima kasih karena perhatian pusat yang sekian tahun dinanti, akhirnya terealisasi di hampir seluruh sungai di Kota Serang," tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWSC3, Agnes Yustikarini Dian Iswari, mengatakan normalisasi Kali Parung baru memasuki tahap awal. Berdasarkan hasil survei lapangan, titik yang menjadi prioritas penanganan saat ini memiliki panjang sekitar satu kilometer.

 

"Memang baru dimulai. Rencana kita akan melakukan kegiatan normalisasi Kali Parung ini kurang lebih sepanjang satu kilometer," ujar Agnes kepada Banten Raya.

 

Ia menjelaskan, tingginya sedimentasi menjadi salah satu persoalan utama di Kali Parung. Endapan yang menumpuk membuat dasar sungai semakin dangkal sehingga berpotensi mengurangi kapasitas aliran ketika debit air meningkat.

 

"Memang kendalanya seperti ini. Kali Parung ini banyak sedimen," ungkapnya.

 

Untuk mengembalikan kapasitas aliran, kedalaman Kali Parung pada titik yang dinormalisasi direncanakan mencapai sekitar satu hingga dua meter, menyesuaikan hasil survei dan kondisi lapangan.

 

"Itu berdasarkan hasil survei lapangan," katanya.

 

Tak hanya Kali Parung, BBWSC3 juga tengah melakukan penanganan Sungai Ciwaka di wilayah Kota Serang. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan operasi dan pemeliharaan serta penanganan kondisi darurat.

 

Agnes mengatakan sejumlah sungai lain di Kota Serang juga masuk dalam perhatian BBWSC3, termasuk Sungai Cibanten, Sungai Sultan di kawasan Karangantu, dan Sungai Pade.

 

"Kebetulan kalau di Kota Serang, selain kegiatan OP tadi untuk penanganan darurat yang sudah dikerjakan di Ciwaka dan Parung, kita juga ada pekerjaan di Sungai Cibanten, kemudian juga di Sungai Sultan atau Karangantu, kemudian di Sungai Pade yang memang tahun lalu sudah dilakukan penertiban di situ," jelasnya.

 

Menurut Agnes, penanganan sungai tersebut dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan program. Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk mengatasi persoalan yang sudah terjadi, tetapi juga menjaga fungsi sungai agar tetap mampu menampung dan mengalirkan debit air secara optimal.

 

Program penanganan BBWSC3 juga mencakup sejumlah sungai di wilayah lain di Banten, di antaranya Sungai Cidurian dan Sungai Ciujung yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.

 

"Kalau di Banten ada Sungai Cidurian, masih on progress semua. Salah satunya di Ciujung sama di Kemayungan," tandas Agnes.

 

Dengan normalisasi dan pemeliharaan yang dilakukan secara bertahap, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian banjir sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sungai di wilayah Kota Serang.

Penulis: Admin.

Keyword:

Share: